KD 3.11 PERUBAHAN LINGKUNGAN
KD
3.11
PERUBAHAN LINGKUNGAN
![]() |
CONTOH
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Eksploitasi, aktivitas hidup dan proses produk lainnya
memberikan hasil samping yang terbuang pada media lingkungan yang sering
dinamakan limbah.
1.
Perubahan Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan
“Perubahan Lingkungan”
Terganggunya keseimbangan lingkungan
dikarenakan faktor alam dan faktor manusia.
“Pencemaran Lingkungan”
Masuknya atau dimasukkannya makhluk
hidup (MH), zat energi, atau komponen lain ke lingkungan, atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang meyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
2.
Faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
a.
Faktor
Alam
Faktor alam yang dapat
merusak lingkungan adalah bencana alam, seperti gunung meleus, gempa bumi,
tsunami, kekeringan, kebakaran hutan, angin puting beliung, dan perubahan
musim. Perubahan lingkungan akibat faktor alam sulit dilakukan pencegahan
karena terjadi secara tiba-tiba dan dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap
lingkungan.
b.
Faktor
Manusia
Aktivitas manusia yang dapat
mengakibatkan perubahan lingkungan
1) Pembukaan
lahan
menghilangkan beberapa
komponen biotik pada suatu ekosistem. Peristiwa ini mengakibatkan punahnya
flora dan fauna tertentu, perubahan daur hidrologi, dan kurangnya kesuburan
tanah.
2) Aktivitas
pertanian dengan penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan
Ø Penggunaan
pestisida → resistensi hama, terbunuhnya organisme bukan
sasaran, adanya residu pestisida pada hasil panen, serta pencemaran air dan
tanah.
Ø Penggunaan
pupuk kimia → terganggunya penyerapan air oleh akar dan terjadinya
eutrofikasi.
Ø Penggunaan
bibit unggul sistem monokultur → mengurangi keanekaragaman makhluk hidup (MH).
3) Eksploitasi
sumber daya laut yang tidak ramah lingkugan
Ø Pemakaian
bahan peledak → merusak terumbu karang.
Ø Penggunaan
pukat harimau → mengganggu regenerasi ikan.
3.
Berdasarkan tempatnya polusi dibedakan
menjadi polusi air, polusi tanah, dan polusi udara
Ø Polusi air
masuknya makhluk hidup
(MH) atau zat lain ke dalam air yang menyebabkan kualitas air menurun ke
tingkat tertentu sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
-
Air yang kita memanfaatkan seharusnya
dapat memenuhi syarat kualitas dan kuantitas.
·
Secara kualitas air yang sehat harus
memenuhi syarat fisik, biologi, dan kimia agar tidak merugikan kesehatan.
Ø Secara
fisika, air yang sehat adalah air yang jernih, tidak berasa, dan tidak berbau.
Ø Secara
kimia, air yang sehat harus bebas dari bahan beracun dan berbahaya (B3).
Ø Secara
biologi, air yang sehat harus memenuhi syarat tidak mengandung mikroorganisme patogen
yang dapat menyebabkan penyakit.
Ø Polusi tanah
diakibatkan oleh
aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah domestik, kegiatan industri yang
menghasilkan limbah industri, dan kegiatan pertanian yang menghasilkan limbah
pertanian.
Ø Polusi
udara
-
kehadiran satu atau lebih substansi
fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan
kesehatan makhluk hidup (MH), mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
-
masuknya atau tercampurnya unsur-unsur
berbahaya ke atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan,
gangguan pada kesehatan manusia secara umum, serta menurunkan kualitas
lingkungan.
Ø mengakibatkan
peristiwa penipisan ozon (O3), efek rumah kaca, dan pemanasan
global.
Ø Senyawa
pencemar udara digolongkan menjadi 2, yaitu :
·
Senyawa pencemar primer
Senyawa pencemar yang langsung dari
sumber pencemar.
·
Senyawa pencemar sekunder
Senyawa penemar yang
berasal dari hasil reaksi senyawa-senyawa pencemar primer di udara.
Perhatikan
gambar berikut!
4.
Dampak yang terjadi akibat ketiga jenis
polutan
ü Gambar
A Limbah Rumah Tangga
-
limbah organik yang mencemari perairan
mengakibatkan penurunan oksigen terlarut.
-
tinja dapat mengakibatkan penyakit
disentri, cacingan, kolera, dan tifus.
-
limbah anorganik mengakibatkan
terhalangnya cahaya matahari masuk ke perairan sehingga mengganggu aktivitas
fotosintesis fitoplankton.
ü Gambar
B Limbah Pertanian
-
pestisida dapat mengakibatkan kematian
organisme air dan organisme lain yang meminum air tersebut.
-
Penggunaan pupuk yang berlebih
mengakibatkan peningkatan zat hara di perairan. Peningkatan zat hara
mengakibatkan populasi beberapa jenis tumbuhan air mengalami pertumbuhan cepat
sehingga menutupi permukaan air.
ü Gambar
C Limbah Pabrik/Industri
-
logam berat (kodmium, merkuri, timbal,
dan seng), arsenat, krom, timah, benzene serta karbon tetra klorida dapat
mengganggu fungsi organ tubuh manusia bahkan beberapa di antaranya penyebab
kanker.
5.
Gambar B merupakan peristiwa EUTROFIKASI
EUTROFIKASI
-
Pencemaran air yang disebabkan oleh
munculnya nutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem perairan.
-
Pertumbuhan tanaman air yang sangat
pesat yang disebabkan oleh peningkatan fosfat dalam air.
PROSES EUTROFIKASI
Eutrofikasi terjadi karena adanya
kandungan bahan kimia yaitu fosfat (PO3-). Suatu perairan
disebut eutrofikasi jika konsentrasi total fosfat ke dalam air berada pada
kisaran 35 – 100
. Sebenarnya prsoses
terjadinya eutrofikasi membutuhkan waktu yang sangat lama (ribuan tahun), namun
akibat perkembangan ilmu teknologi yang menyokong modernisasi maka hanya dalam
hitungan puluhan atau beberapa tahun saja sudah dapat terjadi eutrofikasi. Pengisian
dan peningkatan sedimen secara cepat akan menyebabkan semakin cepat pula
terbentuknya rawa dan hilangnya perairan fosfor dan nitrogen yang merupakan
unsur pembatas proses eutrofikasi.
. Sebenarnya prsoses
terjadinya eutrofikasi membutuhkan waktu yang sangat lama (ribuan tahun), namun
akibat perkembangan ilmu teknologi yang menyokong modernisasi maka hanya dalam
hitungan puluhan atau beberapa tahun saja sudah dapat terjadi eutrofikasi. Pengisian
dan peningkatan sedimen secara cepat akan menyebabkan semakin cepat pula
terbentuknya rawa dan hilangnya perairan fosfor dan nitrogen yang merupakan
unsur pembatas proses eutrofikasi.
Perhatikan
gambar berikut!
6.
Dampak negatif dari pencemaran pada
gambar di atas
·
Dampak pada Kesehatan
-
Kromium → karsinogenik pada semua populasi.
-
Timbal → risiko penyakit ginjal dan kerusakan hati.
-
Merkuri → gangguan organ ginjal.
-
Siklodenia → infeksi dan gangguan fungsi organ hati.
-
Klorin → mengganggu fungsi kinerja organ hati dan
ginjal serta meyebabkan gangguan saraf pusat di dalam otak.
·
Dampak pada Ekosistem
-
Mengakibatkan perubahan metabolisme pada
organisme yang hidup di dalam tanah, akibatnya dapat memicu putusnya rantai
makanan.
-
Berbagai jenis tumbuhan akan sulit
tumbuh di atasnya. Kesuburan tanah akan menghilang dan akan sangat berbahaya
bagi makhluk hidup (MH).
·
Dampak pada Pertanian
-
Perubahan hasil panen
-
Tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan
optimal sehingga tanah menjadi rawan mengalami erosi tanah.
-
Tanah tercemar secara permanen sehingga
tidak bisa lagi untuk lahan pertanian.
-
Jika udara di atmosfer dicampuri dengan
zat, energi, radiasi, dan komponen lainnya sehingga kualitas udara turun dan
tidak sesuai dengan peruntukannya berarti pencemaran udara sudah terjadi.
-
Pencemaran udara disebabkan oleh asap
buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran sempurna, SO, SO2,
CFC, CO hasil pembakaran tidak sempurna, dan asap rokok.
Lanjut (Bagian 2 : Nomor 7-12) https://materipendidikan2004.blogspot.com/2020/04/kd-311-perubahan-lingkungan_13.html
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Rumiyati, Henny
Purnamawati, dan Teo Sukoco. 2019. Buku
LKS PR Biologi untuk SMA/MA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam.
Klaten: Intan Pariwara.
UKBM Biologi Kelas X Kelompok
Peminatan Ilmu Pengetahuan Alam Semester 2 SMA Negeri 1 Cikarang Pusat oleh Hajizah,
S.Pd., M. Bloomed.
Sumber Gambar
Sumber Internet





Komentar
Posting Komentar