KD 3.10 EKOSISTEM
AKTIVITAS
MANDIRI
1.
Dalam ekosistem, terjadi interaksi
antarkomponen ekosistem. Dari interaksi ini terjadi aliran energi dan aliran
materi dalam ekosistem.
Ø Energi
utama dari Bumi adalah cahaya matahari.
Ø Cara
memanfaatkannya, dengan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia
yang dbantu oleh tumbuhan. Energi kimia tersebut disimpan tumbuhan dalam bentuk
makanan. Jadi, energi kita berasal dari makanan yang kita makan.
Ø Walaupun
demikian tidak semua energi cahaya matahari bisa dierap oleh tumbuhan. Hanya 0,01%
yang diubah menjadi energi kimia. Jadi hanya 10% energi yang berpindah dari
tingkatan trofik satu ke yang lain.
2.
Aliran Energi
Perpindahan energi dari
makhluk hidup (MH) yang satu ke makhluk hidup (MH) yang lain.
Ø Mekanismenya
Perpindahan energi
hanya terjadi satu arah sehingga pada energi tidak terdapat siklus energi. Berdasarkan
pernyataan tersebut maka energi matahari yang telah digunakan oleh makhluk
hidup (MH) tidak akan kembali ke matahari lagi, tetapi akan lepas ke alam bebas
karena peritiwa radiasi dan tidak dapat dimanfaatkan oleh kehidupan.
3.
Menyusun rantai makanan dari
jarin-jaring yang terbentuk
§ Gambar
a
§ Gambar
b
§ Gambar
c
4.
Dampak yang terjadi apabila salah satu
organisme penyusun rantai makanan dan jarring-jaring makanan hilang karena
punah atau dibasmi
Dampaknya, ekosistem
tersebut tidak mampu lagi mempertahankan homeostatisnya. Homeostatis yaitu
keadaan ekosistem yang masih alami dan belum terganggu akan didapati adanya
keseimbangan antara komponen-komponen penyusun ekosistem dan juga kemampuan
ekosistem untuk dapat menahan berbagai perubahan alam dalam sistem secara
menyeluruh.
Ekosistem dapat
terganggu keseimbangannya karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum ada 2 faktor yang menyebabkan terganggunya ekosistem yaitu faktor alam dan
faktor manusia.
5.
Organisme pada jaring-jaring makanan
menduduki tingkatan trofik tertentu.
Struktur
trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi
Ø Piramida Ekologi
piramida abstrak yang menunjukkan hubungan
struktur trofik dan fungsi trofik komponen-komponen biotis ekosistem. Di dalam piramida
ekologi produsen (tingkat
trofik I) selalu berada di bagian dasar piramida. Konsumen primer (tingkat trofik II)
berada tepat di atas produsen
dan konsumen sekunder (tingkat
trofik III) berada di bagian atas konsumen primer.
![]() |
| Piramida Ekologi |
Ø Fungsi
Memperlihatkan perbandingan
di antara tingkatan yang satu dengan tingkatan yang lainnya.
Piramida ekologi berdasarkan fungsinya dibedakan
menjadi 3, yaitu piramida
jumlah, piramida biomassa, dan piramida
energi.
6. Piramida Jumlah
![]() |
| Piramida Jumlah |
Di dalam piramida jumlah semakin tinggi tingkat trofik organisme semakin sedikit jumlahnya di lingkungan.
Ø Pelopor
Charles Elton (ahli ekologi inggris) pada abad ke 20
Ø Satuan : Jumlah organisme dihitung dalam satuan luas area tertentu
Ø Kelebihan :
data pembuatan piramida jumlah individu relatif mudah dikumpulkan. Penyusunan piramida jumlah menjadi lebih cepat selesai.
Ø Kelemahan :
disusun berdasarkan jumlah organismenya tanpa memperhatikan ukuran tubuhnya. Pada area tertentu terutama di wilayah teresterial (darat) seringkali bentuk piramida tipe ini menjadi aneh. Contoh kasus, jumlah produsen pada suatu area tercatat hanya 2 buah pohon besar. Jumlah pohon tersebut memang sedikit tetapi peran pohon sebagai produsen memenuhi kebutuhaan rantai makanan di lokasi tersebut. Jumlah pohon yang lebih sedikit dari konsumen membuat bagian dasar piramida mengecil.
![]() |
| Kelemahan Piramida Jumlah |
7. Piramida Biomassa
![]() |
| Piramida Biomassa |
Dalam piramida biomasaa ditentukan berdasarkan jumlah biomassa yang mewakili tiap tingkatan trofik pada waktu tertentu. Total massa tersebut diletakkan pada piramida bagian bawah.
Ø Biomassa : taksiran massa organisme (biomassa) yang mewakili tiap tingkat trofik pada waktu tertentu
Ø Satuan : biasanya menggunakan gram (massa kering organisme) per satuan luas (gr/m2 atau kg/ha).
Ø Kelebihan :
Mampu menunjukkan hubungan kuantitatif massa organisme (biomassa) dalam suatu ekosistem. Hubungan ini tidak bisa diamati ketika menggunakan piramida jumlah.
Ø Kelemahan :
disusun dengan memperhatikan ukuran tubuh organisme. Pada area akuatis (perairan) bentuk piramida biomassa menjadi terbalik. Produsen di area akuatis didominasi oleh kelompok alga dan fitoplankton. Jumlah produsen ekosistem akuatis memang berlimpah tetapi total biomassanya tidak mampu melebihi total biomassa konsumen yang terdiri dari kelompok ikan- ikan kecil dan udang-udangan. Biomassa konsumen II yang terdiri dai ikan-ikan besar juga melebihi konsumen I. Kondisi ini bila digambarkan akan membentuk piramida yang terbalik.
![]() |
| Kelemahan Piramida Biomassa |
8. Piramida Energi
![]() |
| Piramida Energi |
Piramida Energi adalah piramida ekologi yang disusun dalam satuan kalori untuk menggambarkan distribusi energi pada setiap tingkatan trofik dalam rantai makanan. Piramida energi menggunakan faktor waktu untuk menggambarkan banyaknya organisme yang dihasilkan dalam satuan waktu tertentu. Total energi yang dikandung oleh produsen lebih besar dari konsumen.
Ø Satuan : menggunakan satuan kalori (kkal/m2/hari)
Ø Kelebihan :
Piramida energi adalah piramida ekologi yang paling ideal diantara jenis piramida ekologi yang lain. Piramida tipe ini mampu memberi gambaran menyeluruh mengenai sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komponen biotik suatu ekosistem. Piramida energi juga menunjukkan kecepatan arus makanan melalui rantai makanan. Bentuk piramida energi tidak dipengaruhi oleh ukuran suatu organisme dan kecepatan metabolisme individu.
Ø Kekurangan :
Tiap organisme yang ditetapkan hanya diperuntukkan untuk satu tingkat trofik. Padahal untuk beberapa organisme, tingkat trofik dapat bervariasi sesuai dengan apa yang dimakannya.
9. Piramida ekologi yang terbaik
Piramida energi adalah piramida ekologi yang paling ideal karena mampu memberi gambaran menyeluruh mengenai sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komponen biotik suatu ekosistem.
Lanjut KB 3 https://materipendidikan2004.blogspot.com/2020/03/kd-310-ekosistem_31.html
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Rumiyati, Henny Purnamawati, dan Teo Sukoco. 2019. Buku LKS PR Biologi untuk SMA/MA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten: Intan Pariwara.
Sumber
https://www.biosmada.online/2012/03/piramida-ekologi.html










Komentar
Posting Komentar